Spirit of Today: 24 September 2012

Hari ini bersejarah. Hari ini adalah mimpi tadi malam, mimpi kemarin sore.

Hari ini harus terus semangat.

Semangat hari ini disebabkan oleh Allah SWT, keteladanan Muhammad SAW dan sebuah Buku Biografi dari seorang yang saya kagumi. Yakni Bapak Tifatul Sembiring, Menkominfo di bukunya : Sepanjang Jalan Dakwah.

Perjuangan Dirancang oleh orang-orang Cerdas, Dilaksanakan oleh orang-orang Ikhlas, dan Dimenangkan oleh orang-orang Pemberani.

Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas !


Sepenuh Jiwa,

Fajar Faisal Putra
Seorang Hamba

Spirit of Today: 23rd Sept 2012

Spirit of Today,

Berkaitan sama pos sebelumnya, semangat saya hari ini di-Booster oleh 2 ungkapan orang paling berpengaruh di dunia.

Tentang Ketegaran Menghadapi Musibah.

"Demi Allah, selama aku masih menjadi seorang Muslim, maka aku tidak peduli pada keadaanku" - Sayyidina Umar Ibnu Khattab
dan guru beliau, ketika mendapat cercaan dan omongan kasar dari Bani Tsaqif saat berdakwah di Thaif

"In lam yakun bika 'alayya ghadabun, falaa ubaalii ... asalkan Engkau tidak murka padaku, maka perlakuan mereka tidak aku perdulikan" Rasulullah SAW



Sepenuh Jiwa,

Fajar Faisal Putra
Seorang Hamba

"Hanya pada Allah Semata"


Dengan Menyebut Nama Allah
by : Gigi

Dengan menyebut nama Allah

Jalani hidupmu
Yakinkan niatmu
Jangan pernah ragu



Dengan menyebut nama Allah
Bulatkan tekadmu
Menempuh nasibmu
Kemanapun menuju



Chorus:
Serahkanlah hidup dan matimu
Serahkanlah pada Allah semata
Serahkanlah duka gembiramu
Agar damai
Senantiasa hidupmu


Pertama kali denger lagu ini udah lama. Tapi pertama kali ter-Hidayahi oleh lagu ini adalah saat nonton Serial Religi Para Pencari Tuhan jilid 6. 

Saat itu Isa, (saya lupa nama karakternya di PPT) ibarat sempit dunia baginya, dihadapannya hanya ada kesusahan. Ibu tirinya keguguran. Beliau ditinggalkan atau terjauh dari pasangannya. Pekerjaan Ibu dan ayah tirinya juga haram, yakni menjual Miras. Isa kemudian juga ditinggal kedua temannya, melki dan aden (yang saya juga lupa nama karakternya), yang akhirnya dapat menikah dan memiliki separuh agamanya. Sedang bang Jack yang biasa nemenin, biasa senasib seperjuangan kini juga sedang berusaha mencari jodohnya. Dan tinggallah Isa sendiri, serta banyak lagi kesusahan yang diahadapinya. 

Saat keluar dari rumah ibunya, paska keguguran, Juki (akhirnya saya ingat namanya) yang tertunduk, berjalan menuju kegelapan, dan diiringi oleh lagu "Dengan Menyebut Nama Allah"

Seketika dalam scene itu, saya tertegun, tersentak dan kagum pada kehangatan kesabaran. Dengan setiap cobaan kehidupan, apapun yang dilakuka, hidup akan terus berjalan. Jadi pilihannya ialah menjalani hidup atau menyaksikan hidup berjalan. Dalam setiap cobaan, niat keimanan harus teguh. Yakinlah bahwa setiap hal yang terjadi berasal dari Allah SWT. Apapun cobaanya, ga mungkin cobaan itu adalah sesuatu yang ga mampu diatasi oleh manusia yang diuji tersebut. 

Maka, cobaan akan menjadi loncatan dan metode pengajaran langsung dari Allah SWT. Cobaan, bagi yang sabar dan teguh menghadapinya, akan mendidik dan menempatkan orang yang diuji pada tingkatan yang lebih tinggi. 

Coba kita ingat kisah kesuksesan orang besar. Chairul Tanjung, Bob Sadino, Buya Hamka, Bung Hatta, Bahkan Rasulullah SAW. 

Banyak kisah sukses kehidupan yang mengatakan bahwa kehidupan yang keras telah menempanya menjadi pribadi sukses. Namun sesungguhnya, Allahlah yang menempa mereka. Allahlah yang menempatkan kehidupan keras serta mempertemukan kesempatan dan menurunkan rezeki pada mereka. Yang dibutuhkan hanya keteguhan hati dan kesabaran. 

Namun, hal tersebut diatas hanya akan menjemput kesuksesan dalam kehidupan. Yang lebih baik lagi adalah, kesuksesan dalam kehidupan dan kematian. Itulah yang dicontohkan Rasulullah, para sahabat, Buya hamka dan banyak orang lainnya. Mereka meraih kesuksesan didunia sembari mempersiapkan bekal diakhirat kelak. Orang yang benar-benar sukses, orang yang sangat visioner. 

Adapun, meraihnya tidak mudah. 
Memang seperti itulah Dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan Cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimupun dakwah. Tentang Ummat yang kau cintai. - Ust Rahmat Abdullah  
Tulus, lurus, dan terus. 

Kehidupan yang dijalani harus tulus karena Allah. Tiap hari, minimal 5 kali sehari mendeklarasikan diri, bahwa "Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah ta'ala" Jadi deklarasinya palsu atau kita selama ini terus mengucapkan apa yang tidak kita kerjakan ? Hati-hati loh, bisa mendapat dosa besar. 

"Wahai orang-orang yang beriman ! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ? Itu sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan." (As-Saff ayat 2-3)

Niat harus terus diluruskan. Niat diawal, ngelakuin sesuatu sebenernya buat siapa sih. Buat Allah bukan ? 

"Innamal a'malu binniyat" sesungguhnya amalan dinilai berdasar niat, HR. Umar. 

Niat yang diterima hanya niat karena Allah. Selain itu sia-sia. Niat usaha demi harta hanya dapat hartanya. Kasihan telah berlelah namun keridho'annya ga didapet. Niat ditengah, pas awalnya udah karena Allah, pas ditengah-tengah coba tanya lagi, masih buat Allah ga sih ? 

Diakhir selesai melakukan sesuatu, coba tanyakan lagi pada diri. Jadi semua itu sudahkah murni karna Allah semata ?

Dan terus. Setelah mampu melakukannya, yang harus dilakukan adalah istiqomah untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya. Istiqomah dalam surat Hud 112, saat turun ayat itu, Rasulullah itu seakan membungkuk bagaikan tertekan punggungnya. Karena beratnya keistiqomahan itu. Sungguh sangat berat. Bergetarlah sahabat mendengar ayat itu. Mereka yang benar-benar sadar, bahwa dalam kelabilan manusia, keseimbangan amat sangat sulit dicapai. Namun bukan tidak mungkin. 

Terakhir, seperti kisah Ibnu Qayyim Al Jauziyah, yang nerbitin salah satu buku laris beliau, "Kunci Kebahagiaan" (bisa didonlot kok, banyak gratisannya, silahkan search aja). 

Saat ditangkap, beliau tersenyum dan bilang Alhamdulillah, inilah saat saya diuji dan diperhatikan oleh Allah SWT. Saat akan dihukum mati, beliau berkata Alhamdulillah, Allah merelakan saya untuk syahid dijalannya. 

Meski dalam hujatan, omongan, dan prasangka. Kalo udah ikhlas buat Allah ya bahagia ada terus. Biar aja hanya Allah yang berhak menilai tindakan kita. Udah gitu, duka gembira bakal damai senantiasa hidup kita. 


Serahkanlah hidup dan matimu
Serahkanlah pada Allah semata
Serahkanlah duka gembiramu
Agar damai
Senantiasa hidupmu




Fajar Faisal Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2010

Indonesia Tuan Rumah World Tobacco Asia 2012 (lagi). Bangga ?

Tahun 2010 lalu, khalayak Dumay atau dunia maya, dikejutkan dengan sebuah video yang mengungkap sisi gelap perindustrian tembakau di Indonesia. Video itu berjudul "Sex, Lies, and Cigarettes : Vanguard Sneak Peek" oleh Christopher Putzel yang bahkan masih populer di Youtube hingga saat ini. Yang belum lihat, silahkan lihat di sini. Memang agak lama, tapi bagi teman yang peduli akan kesehatan bangsa, relakanlah waktu anda. 

Tahun ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Tobacco Asia untuk tahun 2012. Alasan panitia cukup menyesakkan :

Indonesia’s cigarette market is considered the world’s fastest developing market. 30 percent of the 248 million adult population smokes which makes Indonesia the fifth-largest cigarette market in the world.
Indonesia is a recognized tobacco-friendly market with no smoking bans or other restrictions and regulations in contrast to neighboring ASEAN countries. In 2009, the Asia Pacific region added six million new smokers and will add another 30 million smokers by 2014.

Bahkan, untuk jadi peserta pameran "kesuksesan" industri tembakau di Indonesia dalam acara berkala internasional ini, anda tidak perlu takut dan repot, karena semuanya gratis. GRATIS.  

Free registration for the exhibition

Entrance to the exhibition is FREE OF CHARGE to all industry-related personnel.
 Oke, terus, kenapa kita harus takut, marah, menolak, dan berteriak ?

Pertama, jelas rokok itu ga baik. DI bungkus rokok, meski belum begitu besar, tertulis sebagian kecil bahayanya rokok. Tulisan itu ga main-main. Silahkan search sendiri dengan mesin pencari di Internet tentang kanker Paru-Paru dan betapa berbahayanya penyakit itu. 

"Tapi kan tidak semua perokok terkena kanker paru-paru"

Kata siapa ? dari seluruh Kanker Paru-paru yang ada, 80 hingga 90% dikarenakan merokok. Dan setelah terdiagnosis terkena kanker, maka pastinya itu adalah stadium lanjut. Karena stadium awal biasanya asimptomatis dan sulit bahkan tidak mungkin terdiagnosis. Setelah stadium lanjut, maka bertaubatlah. Karena kemungkinan usia sudah dapat diperkirakan. Dan usia itu tidaklah panjang. 

Dengan adanya WTA, kasus rokok yang menyebabkan kanker pada Individu tadi, akan makin masif dan bersifat global. 

Apa yang akan terjadi dengan adanya WTA ?


1.       World Tobacco Asia 2012 di Indonesia akan berdampak menarik Investor asing Industri Rokok ke Indonesia menyebabkan Industri rokok Indonesia akan semakin masif dan berakibat pada :

a.       Peningkatan jumlah perokok di Indonesia. Sedangkan saat ini Indonesia merupakan pasar rokok kelima terbesar di dunia dan tuan rumah dari rokok kretek. Sekitar 57% dari penduduk laki-laki dewasa adalah perokok aktif dan 5% dari populasi perempuan dewasa, serta perokok anak-anak saat ini berkisar 4% dari total jumlah perokok yakni sekitar 65 juta jiwa. Kemudian dengan meningkatnya jumlah perokok aktif maka dipastikan jumlah perokok pasif juga akan meningkat.

b.      Peningkatan biaya penyembuhan karena rokok, baik berasal dari jaminan kesehatan maupun uang pribadi masyarakat. Saat ini biaya penyembuhan karena rokok mencapai 186 triliun sedangkan pendapatan dari cukai “hanya” 62 triliun.

c.       Peningkatan kemiskinan. Dengan meningkatnya jumlah perokok, maka meningkat juga biaya kebutuhan rumah tangga perokok tiap hari. Ketergantungan akan menurunkan pendapatan perokok.

d.      Semakin sulitnya upaya pengendalian tembakau. Saat ini sekitar 8 juta orang terikat bekerja dengan perusahaan rokok, baik sebagai pegawai pabrik maupun petani dan sebagainya. Semakin besar industri rokok Indonesia, maka jumlah ini akan terus bertambah mengakibatkan makin sulit upaya pengendalian tembakau.

e.      Akusisi perusahaan rokok nasional oleh pihak asing. Hal ini menyebabkan kapitalisasi perusahaan Indonesia oleh asing. Contoh, Perusahaan Sampoerna yang kini 97% sahamnya dimiliki Phillip Morris International Inc.

f.        Peningkatan impor tembakau ke Indonesia. WTA 2010 lalu tidak membantu petani Indonesia karena Indonesia mengimpor sebagian besar tembakau.



WTA 2012 ini sangat vital. Ditambah dengan regulasi tembakau / rokok di Indonesia belumlah kuat. Regulasi baru yang diajukan terus ditolak dan ditunda, dan bahkan tidak menjadi prioritas utama bagi anggota dewan yang terhormat. 

Dewan kondisi yang masih "bebas" ini, maka saudara kita dari sisi seberang yang pro terhadap rokok memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. WTA juga merupakan konsolidasi dan penguatan jaringan dan kekuatan melawan pihak yang pro terhadap kesehatan bangsa. 

Melawan Teman2 ini bukanlah perkara yang mudah. Mereka punya modal besar dan mampu mengendalikan bahkan anggota dewan. Untuk dalam negeri, daftar orang terkaya selalu tak lepas dari pemilik industri rokok dalam negeri. Sedang investor luar negeri tentu memiliki lebih. 

Maka, dalam pertempuran yang sulit ini, yang dapat diandalkan adalah teriakan, suara, tuntutan, dan gerakan yang nyata dari orang-orang yang peduli. Dalam ketidakberimbangan peta kekuatan ini, maka berhenti dan menyerah bukanlah pilihan. 

Bagi anda yang peduli akan kesehatan bangsa, akan produktifitas bangsa, mari kita tolak WTA. 

Sumbangkan tenaga, usaha, dan do'a demi bangsa. Demi kemerdekaan menghirup udara segar dan kemerdekaan memiliki paru-paru yang sehat. 

Besok, 13 Agustus 2012, mari beraksi untuk Indonesia. Mari bebaskan ibu pertiwi dari asap rokok. 

Aksi Pendahuluan, penolakan WORLD TOBACCO ASIA (WTA)
Bersama aliansi MATA (Masyarakat Anti Tobaco Asia)

Tunjukkan, bahwa mahasiswa kedokteran masih peduli akan bangsanya..
Selamatkan ancaman generasi yang akan hilang, akibat 'pembunuhan massal' industri rokok setiap harinya (1172 orang, LD UI)
Selamatkan HARGA DIRI bangsa, usir penjajah asing (industri rokok) di WTA..
Karena Indonesia (seharusnya) bukan SURGA NIKOTINISME...

TANYA KENAPA? 

Kumpul depan RRI (depan silang monas-istana negara) pukul 14.00
Senin, 13 Agustus 2012
CP/Konfirmasi: @zakiyah eke : 085658510102
@risti amalia: 087877575305


Wassalam, 




Fajar Faisal Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2010
Pengurus Harian Kajian Strategis Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)



Community Service and Enterpreneurship as First Step for Medical Student to be a Patient-Oriented Doctor

Alhamdulillah, akhirnya punya kesempatan untuk ngepost lagi. Beberapa waktu yang lalu, saya mejalani seleksi pertukaran pelajar ke Jepang, yakni pertukaran pelajar antara Mahasiswa Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Mahasiswa Kedokteran Universitas Gunma, Jepang. Dan Alhamdulillah, saya keterima sebagai 1 dari 4 delegasi FK Unpad. Nah, waktu itu saya mengangkat Tema Entrepreneurship dalam Paper saya. Namun tema yang ada itu tentang Sosial, Pendidikan Karakter, Riset, dan Organisasi dikaitkan dengan Mahasiswa Kedokteran. Nah, akhirnya saya nambah-nambahin tentang pengabdian biar masuk-masuk dikit. 

Ya udah, silahkan baca aja Paper saya. Pada akhirnya, semua tema ada dalam Paper saya. haha.


*****

Community Service and Enterpreneurship as First Step for Medical Student to be a Patient-Oriented Doctor

College students, or often called “mahasiswa” in bahasa,  in Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990, define by students which is registered and study at certain college.

“Mahasiswa” or college students hold important role in social responsibility. College students are part of society. They are demanded to foresee, know, realise dan feel the real condition of their society which are nowadays facing multidimensional crisis.

College students, significantly have been proved that they are playing important role in the change of the nations even the world. “Sumpah Pemuda”, Indonesian Liberty Proclamation, Students Movement in 1965, and students movement in 1998. Every students movement that was told before have one similiarity. They are based on social responsibilty.

Medical college students and also other college students, believe it or not, are financed by society.
Article 49, Bill of Medical Education 2011 about the cost, said that,
  1. The investment cost for medical school is
    responsibility of the Minister.
  2. The investment cost for the Hospital Education
    is the responsibility of the Minister in charge of and responsible for
    health.
  3. The investment cost for the hospital specified
    as a teaching hospital is the responsibility of the Minister in charge and
    responsible for the health of the hospital.
As Padjadjaran Medical Faculty students, our unit cost each semester is 30 million rupiahs, but all of regular student only required to pay 2 million rupiahs each semester. Where does another 28 million rupiahs come from ? it come from society.

Medical college students are a future doctor. Doctor is a person who is qualified to treat people who are ill. Basically, doctor are helper. Doctor from the beginning suppose to help patient by treat them. The doctor is not treat the disease. Philosophically, doctor objective is patient health, so the good doctor is the doctor that put the health of patient in the first priority, the patient-oriented doctor. (Sumpah Dokter Indonesia, verse 4)
But, nowadays, College Students are less sensitive to the society problems. Students tend to be hedonic, apathy, and face character crisis. They are prefer to like entertainment, gossip, Rock concert, and the things that weaken their character. They’re lost the function of agent of change, agent of control, and even their social responsibility.

The hedonic lifestyle is dangerous. This lifestyle thought that pleasure and enjoyment of material as life goal. To the believer of this belief, having fun, party, and enjoyment is an absolute life goal, whether its please or disturb others never matter for them.

Recognize or not, Hedonism have been infiltrated to medical faculty. Just look at parking slots in the medical faculty, there are many kind of luxurious cars. Hedonism is also dangerous for doctor, because hedonism would make a money-oriented doctor, to fulfill their needs. Not the patient oriented-doctors.

Beside that, today, faculty of Medicine in Indonesia are the most demand choice in National Entrance Exam. The participants choose to be a doctor because doctor have a good prospect in financial. There is nothing wrong with that. But the wrong paradigm is that if we want to be rich, we should be a doctor.

There are plenty of career which have better financial prospect than doctor. According to Forbes, in the top 100 richest man in the world 2012 and many years backwards, there is no single name come from Medical Doctor Profession.

What happen right now is high school students want to be a doctor because of wrong reason. Their reason is material, that make them a money-oriented doctors.

After being a medical student, they realise that to be a doctor, the struggle is long, expensive and hard. Then, after being a doctor, they realise that reality failure to reach their expectation. General Physician welfare in Indonesia is still bad. Consequently, General Physician set a high price for their service. It makes Health only can be achieve by Moderate to higher Socio-Economy class. Inevitably, Majority of General Physician Nowadays becomes money-oriented doctor.

The orientation of doctors today have been deviated by reality todays. Some because of  their own personality and lifestyle, some because of wrong paradigm and some because of life demand.

To solve this problem, to straighten the orientation of future doctors, there are several way to acomplish for medical students.

     1.    Community Service
Students, including medical students, have been told above that have social responsibility to society. First, we have to make them realise that even their medical education fee is expensive, it’s not enough. There are more portion of fee that have been paid by society. This fact often been forgotten and even not a few that have no idea about it. We have to told medical students in the first place, that they’re owe the society. And when they’re becoming a doctor, they should paid it.

Second, after realise how much in debt that medical student to society, the good student should be more sensitive to society. While other students, should be awaken their humanity by knowing the fact directly. With make them feel how the society really are. How poor their life are. Hedonic lifestyle should be stop.
In the midst of this roar hedonistic culture, it is necessary to enforce the Education of Integrity and Character Buliding. In Big Indonesian Dictionary edition 1996,'''' integrity'' means the quality, character, or circumstances indicate that full unity has the potential and ability to exude authority''.

With the Education of Integrity and Character Building , hopefully, Hedonist Stuents will realise and grateful for their life and try to struggle for society. What thing they can do to society ?

Many thing.

a.      Study hard and don’t be lazy.
Because, they have been paid their rights, so they have do their main obligation. Study and be a great doctor. Being a smart doctor is one of social responsibility. If we are not great and smart, then we won’t be competence enaough to treat patient. Even we may hurt patient.

b.      Direct community service act
With the knowledge that have been aqcuired since first year medical school, a little by little we can help society. 

     With clinical competence, we can help them by :
-          Doing a free treatment in Social act
-          Doing a health counselling to society
-          Volunteer in disaster that happend in society

With Public health competence, we can help them by :                                  
-         
      Community Development act.

Curative Medical service that we give to society may develop a dependance personality in society. Eventough, curative medical service is not the best medical service to give to society.
When we do a social act to society such us free medical treatment, when we do it again next time, the same patients may come again, again, and again with the same complaint. They’re only come to get the drugs, because the previous drug have been running out.

We have to make them realise, that health is not only get by going to doctor. There are the preventive and promotive medicine. We have to develope them to be independent in health, by live healthty life and prevent disease. Preventive and Promotive medicine such as PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) will have many advantage to the family, village, and country.

In household or family, the benefit of PHBS are :
*      Promoting health and make family not easy to sick
*      Children will grow health and smart
*      Productivity of family will increase, and the fee that usually have to alocated to family health now can be alocated to investment and improvement of family welfare, such as education, better nutrition and family business

In society, the benefit of PHBS are :
*      Society afford to make healty environment
*      Society afford to prevent and overcome health problems
*      Society would utilize the health service eficiently
*      Society would able to develop “Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat” (UKBM) such as Posyandu, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, Tabungan Bersalin, Arisan Jamban, Kelompok Pemakai Air, ambulance and etc.

With community development, their act would be more massive and eficient. They may mantain more people health than when they use clinical or curative medicine. Imagine, if there is one pilot village that have been independent in health, then every village in Indonesia will try to do the same. Imagine how much that will improve Indonesia society Health.

c.       With Organization
When they’re organize in an organization, their act would be more massive and global. With organization, medical students would be able to do manything together.

They can advocate vertically about society problems to stakeholders, such us Goverment and Parliament. They may become “the conscience bridge” that represent society aspiration to goverment. They may become “agent of control” which supervise goverment and parliament, and act when goverment and parliament do something that can’t be accept by their hearts.

Before that, they also can advocate horizontally to society. They may educate society about their problem and how to overcome it. They may help goverment and parliament to socialize thing that can’t be done all by goverment and parliament.

After do manything to society, the experience will carved in their heart. Make a beautiful inscription that crystallize and be the character. Character will be the base of their Idealism, and then idealism will make them a good doctor. Who oriented to the patient, not material or money.


    2.    Enterpreneurship
It can’t be denied that everyone need money. But it’s different acording to their intention. Some making money for life, while some life for making money.

Good doctor, which oriented to patient, is’nt the second. But, while dedicated their life to the patient, they have theirselve and their family that have life needs. They need money to fulfill their family needs.

But, being a doctors sometimes can’t afford to much money. While we have patient to treat and the country doesn’t give a proper welfare to doctor. To prevent doctor become money-oriented and do the Health service Comercialisation, should be build and exemplified a paradigm, a way of life where doctors can do their good and humble job to the patient and keep sustain a welfare family without being money-oriented.

The answer is Entrepreneurship. Entrepreneurship is the process of discovering new ways of combining resources. When the market value generated by this new combination of resources is greater than the market value these resources can generate elsewhere individually or in some other combination, the entrepreneur makes a profit.

Entrepreneurship would become a new way to doctor to be welfare. Robert T Kiyosaki in his book, Cashflow Quadrant, Rich Dad’s Guide to Financial Freedom said, that there is 4 quadrants in finance.

And we can earn income in all four quadrants, regardless of what are our profession.

A doctor can be employed by a hospital (E), have his own private practice (S), own a laboratory or clinic (B), and invest in stock market, bond market, real estate and etc.

And the best from those four quadrants is “the investor”.
Because, they don’t have to work because their money is working for them. This is where great wealth is made.

The ideal doctor in my mind is a doctor that have passive income. With passive income, they can focus doing their job to treat patient well and fully oriented on the patient. While their welfare is maintain, and their familiy is well. With studying entrepreneurship since medical student, it will be one of the first step to be future patient-oriented doctor. 



Refferences 

Kusumah, Indra. 2007. Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: INDYDEC
Bill of medical education 2012
Idealnya, Biaya Pendidikan Kedokteran Rp 30 Juta per Semester. [Internet]. [cited 22th July 2012]; Available from:  http://www.unpad.ac.id/archives/38764
Definition of Doctor. [Internet]. [cited 22 th july 2012]; available from : http://oxforddictionaries.com/definition/english/doctor
Mahasiswa Sumut Harus Peka Rencana Kenaikan BBM & TDL. [Internet]. [cited 22th july 2012]; Available from: http://www.harianorbit.com/mahasiswa-sumut-harus-peka-rencana-kenaikan-bbm-tdl/
Hedonisme dan Kerapuhan Karakter Mahasiswa. [Internet]. [cited 22 july 2012]; Available from:  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/12/03/168538/Hedonisme-dan-Kerapuhan-Karakter-Mahasiswa-
Fakultas Kedokteran Unsri Masih Paling Diminati. [Intenet]. [cited 22th july 2012]; Available from:   http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/10/2352196/Fakultas.Kedokteran.Unsri.Masih.Paling.Diminati
Kedokteran dan Keguruan jadi Incaran. [Internet]. [cited 22th july 2012]; Available from: http://kampus.okezone.com/read/2011/12/19/373/544150/kedokteran-dan-keguruan-jadi-incaran
The World Billionaires. [Internet]. [cited 22 th july 2012]; Available from: http://www.forbes.com/billionaires/list/
Departemen Kesehatan RI. 2007. Buku Saku Rumah Tangga Sehat denganPHBS, Jakarta. Pusat Promosi Kesehatan.
Entrepreneurship. [Internet]. [cited 22th july 2012]; Available from: http://www.econlib.org/library/Enc/Entrepreneurship.html
Kiyosaki, Robert T et al. 2000. CASHFLOW Quadrant: Rich Dad’s Guide To Financial Freedom. Warner Business Books.


Solidaritas untuk Suriah

Pada pos sebelumnya, kita telah tahu alasan kenapa manusia bisa peduli. Bagi yang belum baca silahkan klik disini


Hakikatnya manusia itu bisa peduli dan berempati karena "mirror neuron" yang dimilikinya. Namun terkadang, lama kelamaan sensasi kezhaliman, kemungkaran, dan keburukan itu menjadi biasa baginya. Otaknya ter'habituasi' dengannya. Hatinya memakluminya.

Kepedulian lahir dari rasa persaudaraan, rasa kekerabatan. Persaudaraan lahir dari persamaan. Dan mereka yang ada di Suriah sana sejatinya adalah saudara kita. Mereka sama-sama manusia. Mereka sama-sama islam.

Jika kita tidak peduli juga, berarti mari kita beristigfar sembari merenung kembali bertanya, apa benar kita juga manusia ? apa benar kita juga islam ?

”Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya. Dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” ~ H.R. Muslim

Dengan hadits diatas, apabila mungkin saat ini kita belum bisa mengubahnya dengan tangan kita, mari kita ubah dengan lidah kita. Kita cerdaskan orang lain agar mereka mengerti.

Ayo sebarkan dan cerdaskan pada saudara-saudara kita yang lain. 

untuk informasi lebih lanjut, atau ingin tahu perkembangan serta propaganda yang dapat dilakukan, sila Like facebook page-nya di :


Fajar Faisal Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2010

Surat untuk Mentee, Mereka yang berjuang dalam belantara bernama eFKa Unpad


Jatinangor, 24 Mei 2012

Untuk ‘mereka’ yang tanpa lelah berjuang dalam rimba pendidikan
-          Cahara Adhi
-          Edginov Demas
-          Erick Maulana
-          Eris Abdul Aziz
-          FM Dicky Fitra
-          Hafiz Ambyo
-          Muhammad Ramdani
-          Rafli Nur Febri

Assalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh,

Ikhwan shalih,
Sebentar lagi kita akan menghadapi sebuah lonjakan kecil dalam hidup kita. Ya, sebuah ujian. Ujian memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya dapat bermula dari ujian ini. Dalam ujian ini, yang terlihat diuji memang hanya kemampuan kecerdasan kita. Namun ternyata, dari balik itu semua, sedang diuji ‘mental’ seorang dokter.

Bila boleh saya membagi, saat akan menghadapi ujian, saya coba bayangkan nama dan usia yang tertera dalam lembaran pertanyaan itu nyata. Saya bayangkan dalam ujian lisan kita, yang saya hadapi adalah seorang anak. Seorang ayah. Seorang suami. Seorang istri. Seorang teman. Seorang sahabat. Yang saya hadapi bukanlah dokter dengan lembar evaluasi.

Ikhwan shalih, saat menjawab ujian tulisan, sungguh sedih, hingga kini belumlah efektif pembelajaran yang saya lakukan. Saya sedih saat masih saja kekeliruan saya lakukan. Saya sedih akan berbulan-bulan yang telah berjalan. Dan hasilnya, masih saja ada ‘pasien’ yang terluka karena saya. Masih saja ada penanganan yang belum saya pahami sepenuhnya.

Ikhwan shalih, setiap perasaan ini bukanlah karena waham kesempurnaan yang saya inginkan. Saya bukanlah menuntut agar dokter seharusnya sempurna. Yang saya sedihkan adalah, saat seharusnya seorang dokter bisa melakukannya tapi ia memilih untuk tidak melakukannya.
Ikhwan shalih, seorang dokter pernah berkata kepada saya, bunyinya begini,

“Dokter itu bisa salah. Tapi tidak boleh.”

Ikhwan, sungguh, meski sedikit namun kekeliruan yang kita lakukan kan berujung tangisan. Mereka yang pergi tak kan mungkin kembali.

Kita harus terus berusaha ikhwan. Namun sebuah nilai bukanlah indikator utama. Ia memang indikator kuat sebuah kepahaman. Namun, niatkanlah lebih jauh lagi. Seorang peneliti Indonesia, satu-satunya yang diterima dalam sebuah lembaga penelitian termasyhur di Amerika sana, saat ditanya IP-nya, beliau menjawab IP bukanlah kelebihan saya. IP saya 3.02. Namun kini ia terbaik dalam zamannya.

Namun, nilai tetaplah penting. Nilai adalah bonus dari segenap usaha yang kita lakukan. Dan harusnya besarnya usaha juga berbanding lurus dengan nilai yang didapatkan.

Tapi, janganlah bersedih, ikhwan. Saat nilai itu belumlah yang dinginkan, maka bersyukurlah. Bersyukurlah karena kesalahan itu terjadi saat ini, dalam sebuah habitat buatan bernama pendidikan. Karena saat kesalahan itu terjadi pada habitat alami, rimba realita, maka hukum kita sungguh keras.

Saat kita sadar kesalahan kita, berarti kita dekat pada kebenaran. Otak akan berpikir dan mengingat, ini bukan kebenaran. Dan otak akan terangsang untuk mencari kebenaran.

Terakhir, jangan ragu dan resah saat hasil belumlah sepadan dengan usaha. Saat menemui situasi “saya bisa dan mengerti, kenapa hanya segini”. Lihatlah kedalam hati, tanyakan padanya tentang kepantasan. Tanyakan padanya tentang kesungguhan. Dan tanyakan padanya tentang keikhlasan. Buka kembali lembaran-lembaran buku tebal itu, baca lagi baik-baik, pelajari lagi matang-matang. Jika telah yakin akan kebenaran itu, maka hendaklah jangan lupa sebuah realita dunia. Penguji juga manusia. Dan sistem yang ada mungkin belumlah baik. Maka maafkanlah manusia, jika manusia tidak sempurna. Maafkanlah, dan ikhlaskanlah. Allah tahu kok tentang usaha, kemampuan dan kesungguhan ikhwan shalih semua. J

Tetaplah semangat, ikhwan shalih. Jangan biarkan air mata berlinang karena kita. Jangan kecewakan ‘pasien’ kita tanggal 28 mei hingga 15 juni nanti. Sebuah panggilan untuk ber-TOBAT, Totalitas tanpa Batas.
Hamasah !

Wassalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh.

Sepenuh cinta,
Fajar Faisal Putra